Rabu, 20 Agustus 2014

I am A Psychology

 Assalamu'alaikum Wr Wb

       Hi ketemu lagi deh di catatan ku ini :D hehe. Ohya gua udah nulis gua kuliah dimana, nah sekarang gua bakal nulis gua itu di fakultas apa sih.. Sedikit cerita nih, Sejak gua duduk dibangku SMA kelas 11 gua udah uring - uringan mau milih fakultas apa dan dimana.. Nah akhirnya, gua searching di internet tentag semua fakultas. Dari gua searchig suka duka masuk fakultas kesehatan masyarakat, psycologi, farmasi, dll dan basic dasar dari fakultas tsb. Contohnya gua nggak suka pelajaran fisika tapi gua milih ft industri nah kan jadinya salah jurusan. Awal gua suka dengan fakultas psycologi itu pertama kali liat isi blog salah mahasiswa psyclogya. Disitu gua baru tahu kalau ilmu Psycologi itu bukan ilmu yang lansung bisa nebak karakter seseorang, yang lansung bisa buka praktik psycologi.Yaah gua kecewa dong, eits nggak kok gua malah penasaran dengan fakultas psylogy. Dan ternyata ilmu psycologi itu melihat perkembangan sosial di sekitar masyarakat ( itu menurut gua looh ).CMIIW.


Nah, akhirnya aku memilih Psycologi UMM . kenapa? Karena udah terakreditas A terus berdasarkan nilai - nilai Islam. Gua tuh pengen banget belajar suatu ilmu pengatahuan yang berdasarkan nilai - nilai Islam. Maka dari itu gua jatuh hati dengan psycologi UMM. Oke gua bakal kasih tahu apasih itu PSIKOLOGI.

Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secarailmiah. Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logiayang artinya ilmu, sehingga secara etimologispsikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.


Beberapa metodologi dalam psikologi, di antaranya sebagai berikut :
  1. Metodologi Eksperimental
    Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen. Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen. Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya, kapan akan melakukan penelitian, seberapa sering melakukan penelitiannya, dan sebagainya. Pada metode eksperimental, maka sifat subjektivitas dari metode introspeksi akan dapat diatasi. Pada metode instrospeksi murni hanya diri peneliti yang menjadi objek. Tetapi pada instrospeksi eksperimental jumlah subjek banyak, yaitu orang - orang yang dieksperimentasi itu. Dengan luasnya atau banyaknya subjek penelitian maka hasil yang didapatkan akan lebih objektif. Metode penelitian umumnya dimulai dengan hipotesis yakni prediksi/peramalan, percabangan dari teori, diuraikan dan dirumuskan sehingga bisa diujicobakan.
  2. Observasi Ilmiah
    Pada pengamatan ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan. Observasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain, misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang berada di toko serba ada, tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya, tingkah laku anak yang sedang bermain, perilaku orang dalam bencana alam, dan sebagainya.
  3. Sejarah Kehidupan (metode biografi)
    Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan, misalnya dari cerita ibunya, seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya. Dalam metode ini orang menguraikan tentang keadaaan, sikap - sikap ataupun sifat lain mengenai orang yang bersangkutan . Pada metode ini disamping mempunyai keuntungan juga mempunyai kelemahan, yaitu tidak jarang metode ini bersifat subjektif . Sejarah kehidupan dapat disusun melalui 2 cara yaitu: pembuatan buku harian dan rekonstruksi biografi.
  4. Wawancara
    Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri, pandangan-pandangannya, pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarai dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan.Baik angket atau interview keduanya mempunyai persamaan, tetapi berbeda dalam cara penyajiannya. Keuntungan interview dibandingkan dengan angket  yaitu:
    1. Pada interview apabila terdapat hal yang kurang jelas maka dapat diperjelas
    2. interviwer(penanya) dapat menyesuaikan dengan suasana hati interviwee ( responden yang ditanyai)
    3. Terdapat interaksi langsung berupa face to face sehingga diharapkan dapat membina hubungan yang baik saat proses interview dilakukan.

Nah di UMM , lab Psyloginya itu udah lengkap untuk melalukan penelitian. So, bagi yang masih bingung tentang fakultas psylogi bisa liat disini nih http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi. Ohya masuk di fakultas Psycologi itu bukan berarti bekerja menjadi Psikiater looh. Lo bisa kerja di bagian HRD , buka praktik Psikologi (syaratnya S2) ,dll. Sekia dari tulisan gua ini . Mohon maaf kalau rada geje atau bahasanya kurang baku .
 _Bye_

Kutipan Al-Quran
Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka. (Q.S. Muhammad: 8)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar